RESUME
MANAJEMEN KELAS
Mata Kuliah:MAGANG 1
Dosen Pengampu: Farninda Aditya,M.Pd
Disusun Oleh:
Annisa Rezki Eka Putri Wahyudi (11901263)
Semester/Kelas: IV/G
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
A.Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah keterampilan guru sebagai leader sekaligus manajer dalam menciptakan ikim kelas yang kondusif untuk meraih keberhasilan kegiatan belajar-mengajar. Karateristik kondisi kelas yang mendukung keberhasilan belajar mengajar, yaitu kelas memiliki sifat merangsang dan menantang untuk selalu belajar,memberikan rasa aman, dan memberikan kepuasan terhadap peserta didik setelah melaksanakan kegiatan belajar dikelas.
Pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik mencakuppengaturan siswa dalam belajar, ruang belajar, dan perabot kelas. Pengelolaan kelas yang memfokuskan pada aspek interaksi siswa dengan siswa lainnya, siswa dengan guru dan lingkungan kelas atau sekolahnya sebelum, selama, dan setelah pembelajaran. Hangat dalam konteks manajemen kelas adalah sikap penuh kegembiraan dan penuh kasih sayang kepada peserta didik. Sementara antusias dalam konteks manajemen kelas adalah sikap bersemangat dalam kegiatan mengajar
B. Fungsi Dan Tujuan Manajemen Kelas
Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas, misalnya membantu kelompok dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasama dengan kelompok/kelas, membantu prosedur kerja dan mengubah kondisi kelas.
Tujuan manajemen kelas diantaranya adalah
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, sebagai lingkungan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
C. Ruang Lingkup Manajemen Kelas
a. Manajemen kurikulum
Kurikulum adalah suatu cakupan kerja yang digunakan oleh seorang guru sebagai pedoman yang akan dicapai di dalam proses belajar mengajar. Jadi manajemen kurikulum adalah sebuah perencanaan atau pengarahan untuk menyelesaikan kurukulum tersebut.
b. Manajemen peserta didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia baik dari jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Jadi, manajemen peserta didik adalah suatu proses kegiatan yang rencanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti PBM dengan efektif dan efesien, UUSPN (2003 ).
c. Kegiatan akademik
Kegiatan akademik dikategorikan sebagai kegiatan PBM (teaching), diantaranya membuat persiapan sebelum mengajar, melaksanakan pengajaran yang telah dipersiapkan, dan menilai sejauh mana pelajaran yang sudah disajikan itu berhasil dan dikuasai peserta didik
d. Kegiatan administratif
Kegiatan administratif dikategorikan sebagai kiegiatan "non teaching" sebagai kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan guru bagi kelancaran mengajarnya seperti kegiatan-kegiatan procedural, dan kegiatan organisasional.
Berdasarkan uraian di atas, selanjutnya ruang lingkup manajemen kelas dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
1. Fisik, pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik mencakuppengaturan siswa dalam belajar, ruang belajar, dan perabot kelas.
2. Nonfisik pengelolaan kelas yang memfokuskan pada aspek interaksi siswa dengan siswa lainnya, siswa dengan guru dan lingkungan kelas atau sekolahnya sebelum, selama, dan setelah pembelajaran. Atas dasar ini aspek psikologis, social, dan hubungan interpersonal perlu diperhatikan. Imam gunawan.
D. Prinsip – Prinsip Manajemen Kelas
Ada enam prinsip yang harus dipahami oleh seorang guru dalam kegiatan manajemen kelas yang efektif :
a. Hangat dan antusias
Hangat dalam konteks manajemen kelas adalah sikap penuh kegembiraan dan penuh kasih sayang kepada peserta didik. Sementara antusias dalam konteks manajemen kelas adalah sikap bersemangat dalam kegiatan mengajar
b. tantangan
berikut ini beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam memberikan tantangan kepada peserta didik :
1. melakukan evaluasi sederhana secara berkala setiap minggu
2. mengaitkan materi pelajaran dengan berbagai fakta dilapangan
3. mengajarkan keterampilan hidup dalam kegiatan belajar kepada peserta didik
c. bervariasi
tujuanya adalah :
1. untuk menarik dan meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi pelajaran
2. memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minatnya terhadap mata pelajaran yang diajarkan
3. menanamkan perilaku yang positif pada peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minatnya terhadap mata pelajaran yang diajarkan
4. memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuanya
d. keluwesan
keluwesan dalam konteks manajemen kelas merupakan perilaku seorang guru untuk mengubah metode belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi kelas untuk mencegah munculnya gangguan belajar
e. penekanan pada hal – hal yang positif
penekanan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap perilaku peserta didik yang positif
f. penanaman disiplin diri
mendidik peserta didik untuk berperilaku baik, mendidik peserta didik untuk menjauhi perilaku buruk
E. Urgensi Pengaturan Ruang Kelas
Dalam Kegiatan Belajar – Mengajar pengaturan ruang kelas sebagai kegiatan mengurus dan menata segala sarana belajar yang terdapat di dalam ruang kelas oleh guru. Sarana belajar tersebut adalah yang ada di dalam kelas
urgensi atau arti penting dari pengaturan kelas itu sendiri adalah :
1. pengaturan ruang kelas dapat menciptakan kelas yang memiliki suasana belajar yang menggairahkan.
2. Pengaturan ruang kelas dapat memungkinkan guru dan juga peserta didik untuk bergerak secara leluasa di dalam kelas.
3. Pengaturan ruang kelas dapat memfokuskan peserta didik untuk tetap fokus dalam belajar.
F. Pengaturan Tempat Duduk Peserta Didik
Penataan tempat duduk adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengelola kelas. Karena pengelolaan kelas yang efektif akan menentukan hasil pembelajaran yang dicapai. Dengan penataan tempat duduk yang baik maka diharapkan akan menciptakan kondisi belajar yang kondusif, dan juga menyenangkan bagi siswa. Perubahan posisi tempat duduk yang bervariasi memiliki banyak manfaat, antara lain :
1. Menghindari kejenuhan pada peserta didik dalam belajar;
2. Menjadikan focus belajar peserta didik tetap terjaga;
3. Meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik;
4. Memudahkan guru dan peserta didik bergerak da berinteraksi saat kegiatan belajar-mengajar didalam kelas.
Pengaturan tempat duduk peserta didik pada dasarnya dilakukan untuk memenuhi empat tujuan :
1. Aksebilitas yang membuat peserta didik mudah menjangkau alat dan sumber belajar yang tersedia;
2. Mobilitas yang membuat peserta didik dan guru mudah bergerak dari satu bagian ke bagian lain dalam sebuah kelas;
3. Memudahkan terjadinya interaksi dan komunikasi antara guru dan peserta didik maupun antara peserta didik;
4. Memungkinkan para peserta didik untuk dapat berkelompok dan bekerja sama.
Enam hal yang harus diperhatikan oleh guru jika hendak melakukan pengaturan tempat duduk dengan posisi yang variatif, antara lain :
1. Ukuran dan bentuk kelas;
2. Bentuk serta ukuranan bangku dan meja peserta didik;
3. Banyaknya peserta didik didalam kelas;
4. Jumlah kelompok kelas;
5. Jumlah peserta didik dalam setiap kelompok kelas;
6. Komposisi peserta didik dalam kelompok dilakukan pengaturan tempat duduk dengan posisi yang variatif, guru harus mengetahui berbagai formasi pengaturan tempat duduk. Formasi-formasi tersebut sebagai berikut:
a. Formasi tradisional (konvensional)
Formasi tradisional merupakan formasi yang pada umumnya digunakan hampir di setiap kelas pada sekolah-sekolah di indonesia. Pada formasi tradisional para peserta didik duduk berpasang-pasangan dalam satu meja dengan satu kursi panjang atau dua kursi. Tempat duduk pada formasi ini berderet memanjang ke belakang. Biasanya peserta didik perempuan berada di barisan depan, sedangkan peserta didik laki-laki di barisan belakang atau peserta didik yang berpostur tubuh pendek duduk di brisan depan, sedangkan yang berpostur tubuh tinggi berada di bagian belakang.
b. Formasi auditorium
Formasi ini hampir sama dengan formasi tradisional, perbedaanny, pada formasi ini posisi tempat duduk peserta didik berderet memanjang ke samping bukan ke belakang seperti pada formasi tradisional.
c. Formasi chevron
Dalam formasi ini jarak antara peserta didik dan jarak peserta didik dengan guru dapat terkurangi. Dengan demikian, formasi ini menjadikan guru dan peserta didik mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap lingkungan kelas dan dapat berperan secara aktif dakam kegiatan belajar mengajar.
d. Formasi kelas bentuk U
Formasi kelas bentuk U ini sangat menarik dan mampu mengaktifkan para peserta didik sehingga mampu membuat peserta didik antusias dalam belajar. Formasi bentuk U ini sangat tepat dilakukan dalam kegiatan belajar yang dilakukan dengan diskusi, presentasi dan kerja tim.
e. Formasi meja pertemuan
Formasi ini dapat digunakan dengan cara membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok mempunyai meja pertemuannya masing-masing. Formasi ini baik jika digunakan dalam kegiatan belajar secara berkelompok di dalam kelas.
f. Formasi konferensi
Pada formasi ini meja yang harus digunakan adalah meja panjang yang didekatkan satu persatu dalam bentuk memanjang sehingga terbentuk kumpulan meja berbentuk persegi panjang. Kemudian para peserta didik duduk di kursi yang mengelilingi meja-meja persegi panjang tersebut.
g. Formasi pengelompokan terpisah (breakout groupings)
Jika ruang kelas memungkinkan atau cukup besar, guru dapat meletakan meja-meja dan kursi, yang mana kelompok kecil dapat melakukan aktivitas belajar yang dipecah menjadi beberapa tim. Guru dapat menempatkan susunan pecahan-pecahan kelompok tersebut secara berjauhan sehingga kelompok yang satu tidak mengganggu kelompok yang lain. Tapi guru hendaknya menghindari penempatan ruang kelompok-kelompok kecil yang terlalu jauh dari ruang kelas supaya mudah diawasi.
Kemudian di samping kelompok kecil yang letaknya agak saling berjauhan, ada sekelompok peserta didik yang tetap berada dalam bimbingan guru yang berada dalam formasi huruf U.
h. Formasi tempat kerja
Formasi tempat kerja ini sangat tepat jika dilakukan di dalam laboratorium yang mana setiap peserta didik duduk pada satu tempat untuk mengerjakan tugas, seperti mengoperasikan computer, mesin, atau melakukan praktik di laboratorium. Mejanya dibedakan menurut bagiannya masing-masing.
i. Formasi kelompok untuk kelompok
Formasi ini merupakan formasi, yang mana terdapat beberapa kelompok yang duduk dalam satu meja persegi berukuran besar (bisa juga dengan membuat beberapa meja dijdikan satu membentuk meja besar)sehingg setiap kelompok duduk saling berhadapan.
j. Formasi lingkaran
Formasi lingkaran ini merupakan pengaturan tempat duduk yang disusun melingkar tanpa menggunakan meja dan kursi. Formasi lingkaran ini biasanya digunakan untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar dalam satu kelompok yang mana guru sebagai seorang manajer kelas memiliki peran untuk membimbing dan mengarahkan jalannya kegiatan belajar mengajar tersebut.
k. Formasi peripheral
Pada formasi ini meja ditempatkan di belakang peserta didik. Guru dapat menyuruh peserta didik memutar kursi-kursinya secara melingkar saat guru menginginkan diskusi kelompok.
REFERENSI
Mulyadi. 2009. Classroom Management. Malang:Aditya Media.
Wiyani, Novan Ardy. 2013. Manajemen Kelas. Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.
Novan Ardy Wiyani,Manajemen Kelas, (Jogjakarta:Ar-Ruzz Media, 2013), h. 58-60.
Mulyadi, Classroom Management, (Malang:Aditya Media, 2009), h. 4-5.
http:// Manajemen Kelas.htm..., diakses pada tanggal 1 April 2015 pukul 15.42 .
Ibid..., h. 129-131.
http://Penataan Formasi Tempat Duduk Siswa.htm..., diakses pada tanggal 17 April 2015 pukul 16.48.
http://Manajemen Kelas.htm
http://Penataan Formasi Tempat Duduk Siswa.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar